Kisah Quick Fix Aplikasi Web PHP 5

Belum lama ini saya diminta tolong memperbaiki aplikasi lama dalam PHP 5. Aplikasi ini sudah lama dan masih dipakai sampai development aplikasi baru selesai. Aplikasi ditulis dalam PHP dengan framework Code Igniter dengan database MySQL. Deskripsi masalahnya begini: di aplikasi ini setiap hari ada satu halaman yang semakin lambat sampai suatu hari error, tidak bisa diakses lagi.

Pesan popup itu muncul dari komponen datatables.net di browser. Setelah diselidiki: penyebabnya adalah error di sisi server, tepatnya lagi ternyata out of memory di sisi server.

Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 7077931 bytes) /var/www/html/application/XXX.php

Aplikasi ini meload data dari database menjadi satu file JSON berisi beberapa belas ribu baris. Dari hasil membaca dokumentasi komponen datatables ini, seharusnya mudah membuat paging dengan pemrosesan di sisi server cukup dengan menambah OFFSET dan LIMIT pada query SQL. Tapi ternyata tidak mudah di aplikasi ini.

Lanjutkan membaca Kisah Quick Fix Aplikasi Web PHP 5

Bahasa Pemrograman BASIC

Setelah membahas Forth dan juga Lua, kali ini saya akan membahas bahasa BASIC (Beginners’ All-purpose Symbolic Instruction Code). Bahasa BASIC ini merupakan bahasa yang sudah ada lama sekali (sejak 1964), tapi ada beberapa hal yang baru-baru ini terjadi yang membuat saya ingin menuliskan tentang bahasa BASIC:

Tiga hal pertama tersebut menunjukkan bahwa:

  • Minat terhadap bahasa lama (BASIC dan COBOL) ternyata masih cukup besar
  • Bahasa-bahasa lama ini masih terpakai (tapi dalam artikel ini saya hanya membahas BASIC)
Smile Basic

Setelah membaca mengenai SmileBASIC 4, saya segera membeli softwarenya dari Nintendo Shop. Harga softwarenya 25 USD (masih lebih murah dari kebanyakan game di Nintendo Shop), plus harus membeli slot upload seharga 5 USD jika kita ingin mengupload program kita ke server SmileBASIC.

Lanjutkan membaca Bahasa Pemrograman BASIC

Dari keyboard ditekan sampai muncul karakter di layar (bagian 3)

Di bagian sebelumnya sudah dibahas mengenai bagaimana layout text harus dilakukan. Setelah semuanya selesai, maka teks bisa ditampilkan ke layar. Di level aplikasi biasanya kita hanya perlu memanggil semua fungsi dasar untuk menampilkan teks. Di sisi library dan sistem operasi, masih ada langkah ekstra yang harus dilakukan. Teks perlu digambar ke sebuah buffer dan buffer perlu ditampilkan di sebuah permukaan gambar. Driver grafik akan menampilkan buffer tersebut ke layar.

Untuk aplikasi desktop, proses menampilkan teks ini di sisi programmer semudah memanggil fungsi print (mode teks) atau mengeset property tertenty. Jika kita memprogram microcontroller atau embedded system, akan lebih terasa proses berat yang harus dilakukan ketika menampilkan sesuatu. Contoh paling sederhana adalah 7 segment display.

Programmer perlu menyala matikan tiap garis dalam 7 segment display untuk menampilkan angka tertentu.

Display saat ini biasanya menggunakan akses per piksel. Mungkin yang paling sederhana adalah 8×8 dot matrix. Di sini kita perlu mengontrol tiap titik untuk menampilkan huruf/angka/bentuk yang kita mau.

Lanjutkan membaca Dari keyboard ditekan sampai muncul karakter di layar (bagian 3)

Dari keyboard ditekan sampai muncul karakter di layar (bagian 2)

Meneruskan dari tulisan sebelumnya, sekarang kita ke bagian aplikasi. Pertama aplikasi perlu menerima “event” dari Desktop/Window environment. Event ini bermacam-macam, misalnya permintaan untuk meminimize Window, event gerakan mouse, dan event tombol keyboard ditekan.

Setelah tombol ditekan, maka aplikasi akan melakukan update pada struktur datanya. Sebagai pengingat, contoh aplikasi yang saya berikan ada Word Processor. Ini bergantung dari mode saat ini (apakah mode insert atau overwrite, apakah dokumen sifatnya read only dsb). Struktur data yang digunakan pun bisa sangat beragam, tergantung dari fitur yang dimiliki aplikasi.

Lanjutkan membaca Dari keyboard ditekan sampai muncul karakter di layar (bagian 2)

Dari keyboard ditekan sampai muncul karakter di layar (bagian 1)

Seri tulisan ini akan mencoba menjelaskan apa yang terjadi dari sejak kita menekan tombol di keyboard sampai muncul huruf di layar. Untuk mempersingkat, saya akan mengambil beberapa asumsi:

  • Keyboard ditekan di sebuah aplikasi yang terbuka (jadi sudah selesai booting)
  • Sistem operasi yang dipakai modern (bukan DOS, tapi Windows/Linux/OS X)
  • Aplikasi yang akan saya contohkan adalah sebuah word processor (supaya sederhana, rencananya saya akan menulis dari mengetik di address bar sampai muncul web page)

Keyboard

Ketika tombol di tekan di keyboard, sebuah saklar akan aktif. Ada banyak jenis saklar ini (bisa dibaca di wikipedia) tapi intinya sebuah sirkuit akan tertutup ketika tombol ditekan. Karena jumlah tombol ada banyak, maka digunakan sirkuit matriks pada keyboard untuk mengurangi jumlah koneksi.

Keyboard tidak tahu apa yang tertulis di atas sebuah tombol. Tombol pertama di keyboard QWERTY adalah huruf ‘Q’, tapi di keyboard AZERTY menjadi ‘A’.  Keyboard hanya akan mengirimkan kode sebuah tombol, nanti urusan setting di sistem operasi yang akan menginterpretasikan tombol itu menjadi suatu huruf tertentu.

Sebuah keyboard memiliki prosessor, sebuah chip khusus atau microcontroller yang akan melakukan scanning pada matrix keyboard. Di keyboard lama (PS/2), jika ada tombol ditekan maka akan mengirimkan sebuah interrupt ke PC. Di keyboard USB, PC akan melakukan polling (biasanya 150Hz), artinya dalam 1 detik komputer akan bertanya 150 kali pada keyboard: apakah ada tombol yang sedang ditekan?

Jika ingin mengenal bagian ini lebih dalam, kita bisa membeli Arduino, dan keypad matrix sederhana seperti dalam gambar berikut ini.

Lanjutkan membaca Dari keyboard ditekan sampai muncul karakter di layar (bagian 1)

Membaca Source Code

Ada beberapa pertanyaan yang ditujukan ke saya yang jawabannya mudah jika sang penanya bisa membaca source code. Sayangnya skill membaca source code ini sering kali tidak dimiliki, padahal sangat diperlukan oleh programmer dan juga para reverse engineer.

Saat ini mungkin sekitar 90% pertanyaan programming bisa dicari jawabannya dengan Google, dan biasanya jawabannya akan ditemukan di situs stack overflow,  di blog seseorang, dan kadang di beberapa situs yang memang membahas topik khusus yang dicari.

Tentunya jawaban-jawaban tersebut bisa ditemukan kalau Anda bisa berbahasa Inggris. Minimal tahu beberapa kata kunci untuk mencari, dan sisanya adalah kemampuan membaca teks berbahasa Inggris. Segala macam pertanyaan sederhana sudah ada yang menanyakan, misalnya “how to split string in <java/c/javascript/..>”. Sering kali jawabannya disertai source code fungsinya, misalnya untuk pertanyaan cara split string di C yang tidak ada di library standar.

Lanjutkan membaca Membaca Source Code

Code Obfuscation

Code Obfuscation adalah salah satu bentuk proteksi agar kode sulit dibongkar orang lain. Inti dari obfuscation adalah menyamarkan/membuat kode sulit dibaca. Obfuscation bisa dilakukan manual atau dengan tool yang disebut “obfuscator”. Sementara itu dari sisi reverse engineering, proses mengembalikan dari bentuk samar ini disebut “deobfuscation”.

Arti kata “samar” di KBBI

Meskipun kata “samar” sepertinya cukup berpadanan dengan “obfuscated” saya akan tetap menggunakan istilah inggrisnya di posting ini.

Di posting ini saya hanya ingin memberikan beberapa ilustrasi nyata seperti apa obfuscation ini. Untuk para programmer, ini bisa membantu memproteksi  program, dan untuk para reverse engineer bisa berusaha memahami bagaimana obfuscation dilakukan.

Contoh obfuscated code
Lanjutkan membaca Code Obfuscation

Mendalami Bahasa C

Saya memberikan saran agar seseorang “mendalami bahasa C” jika ingin belajar reverse engineering. Ada pertanyaan menarik yang diajukan ke saya: sedalam apa belajarnya pak? apa yang harus dipelajari. Sesuai KBBI mendalami di sini berarti: meresapi; menyelami; mempelajari (menelaah, menyelidiki) dalam-dalam.

Saya tidak akan membahas dalam mengenai kenapa seseorang perlu memahami bahasa C, singkatnya: saat ini C masih dipakai di mana-mana, dan akan terus begitu untuk beberapa belas/puluh tahun mendatang. Kernel berbagai sistem operasi ditulis dalam C, berbagai library penting masih ditulis dalam C (library kompresi, enkripsi, image encoding/decoding, dsb), dan bahkan kebanyakan bahasa pemrograman lain diimplementasikan dalam C (misalnya Ruby, Python, dan PHP).

Di awal, pelajarilah dan pahamilah semua konsep dasar dalam bahasa C. Ini seharusnya tidak makan waktu lama. Bahasa C hanya punya beberapa tipe data dasar (void, char, short, int, long, float, dan double) masing-masing bisa signed atau unsigned. Kita bisa mendefinisikan sebuah konstanta dengan const. Tipe data lain adalah enum, union, dan struct (sudah pernah saya bahas di sini) semua tipe data bisa diberi nama dengan typedef.

Lanjutkan membaca Mendalami Bahasa C

Matematika dan Programming

Di kala senggang saya masih menjawab pertanyaan via Facebook/Email/Telegram dan banyak calon programmer yang sudah takut sebelum belajar programming: apakah akan butuh matematika? Jawabannya singkatnya tergantung. Tergantung ingin memprogram apa dan sedalam apa.

Matematika dasar tentunya sangat diperlukan, misalnya perkalian, pembagian, penjumlahan pengurangan. Hampir di semua bidang diperlukan ilmu dasar geometri. Misalnya tentang sistem koordinat ketika menggambar grafik (atau sekedar mengatur posisi teks di sebuah halaman web).

Pengetahuan dasar ini penting, dan ini berarti anak yang masih sangat kecil dan belum memiliki dasar matematika harus berhenti dulu belajar di titik tertentu. Ini pengalaman saya dalam mengajari anak saya ketika dulu mengajari dia programming di usia 4 tahun (sekarang sudah 7 tahun). Logika boolean juga perlu dipahami, sekedar AND, OR, dan NOT sudah cukup untuk sebagian besar kasus.

Untuk pemrograman grafik, terutama grafik 3D diperlukan pemahaman matriks dan vektor. Segala operasi matrix akan terlihat secara visual ketika memprogram grafik. Matriks dan vektor juga dipakai di Machine Learning. Jika fokusnya ingin mengolah data besar, maka berbagai ilmu matematika seperti: statistika, linear programming, graph, dan banyak konsep yang rumit akan terpakai.

Lanjutkan membaca Matematika dan Programming

Signature email jaman kuliah

Dulu waktu kuliah, saya punya signature email seperti ini:

main(i){putchar((i-1)["Xme]i_l"]+(i++))&amp;amp;&amp;amp;(8-i)&amp;amp;&amp;amp;main(i);}


Ternyata masih ada beberapa orang yang ingat, dan masih banyak yang penasaran apa artinya (cuma satu kata: Yohanes) dan  kok bisa muncul seperti itu?

Lanjutkan membaca Signature email jaman kuliah