Kesan pertama memakai Rust

Bahasa Rust digadangkan sebagai bahasa untuk pemrograman sistem dengan performansi yang tinggi dan memiliki jaminan memory safety. Performansi yang tinggi ini didapatkan dengan menggunakan abstraksi yang tidak menambah overhead pada runtime (zero cost abstraction, bandingkan misalnya dengan PHP yang overheadnya sangat tinggi). Memory safety artinya bebas dari berbagai bug yang berhubungan dengan managemen memori (contoh bug memori yang umum: menimpa memori yang masih dipakai, tidak menginisialisasi memori, memakai pointer null, melakukan double free, dsb).

Logo Rust

Bahasa Rust mulai diumumkan ke publik pada 2010, dan baru masuk versi 1.0 pada 2015. Setelah itu masih ada banyak perubahan pada bahasa ini, saat artikel ini ditulis Rust versi stabil adalah 1.56. Dibandingkan banyak bahasa lain, Rust ini masih cukup muda, dan banyak hal masih belum stabil.

Saat ini saya belum memiliki proyek besar yang memakai Rust, tapi selama 25 hari terakhir saya menyelesaikan Advent Of Code (AoC) 2021 menggunakan Rust. Soal AoC ini sangat bervariasi, jadi bisa digunakan untuk menguji banyak fitur bahasa Rust. Kadang soalnya sangat sederhana, jadi bisa diselesaikan dengan cepat dan saya punya waktu mencoba-coba berbagai pendekatan untuk mencoba-coba fitur Rust tertentu.

Lanjutkan membaca Kesan pertama memakai Rust

Kisah Quick Fix Aplikasi Web PHP 5

Belum lama ini saya diminta tolong memperbaiki aplikasi lama dalam PHP 5. Aplikasi ini sudah lama dan masih dipakai sampai development aplikasi baru selesai. Aplikasi ditulis dalam PHP dengan framework Code Igniter dengan database MySQL. Deskripsi masalahnya begini: di aplikasi ini setiap hari ada satu halaman yang semakin lambat sampai suatu hari error, tidak bisa diakses lagi.

Pesan popup itu muncul dari komponen datatables.net di browser. Setelah diselidiki: penyebabnya adalah error di sisi server, tepatnya lagi ternyata out of memory di sisi server.

Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 7077931 bytes) /var/www/html/application/XXX.php

Aplikasi ini meload data dari database menjadi satu file JSON berisi beberapa belas ribu baris. Dari hasil membaca dokumentasi komponen datatables ini, seharusnya mudah membuat paging dengan pemrosesan di sisi server cukup dengan menambah OFFSET dan LIMIT pada query SQL. Tapi ternyata tidak mudah di aplikasi ini.

Lanjutkan membaca Kisah Quick Fix Aplikasi Web PHP 5

Mencoba Bahasa Dart dan SDK Flutter

Posting ini akan membahas pengalaman singkat saya memakai bahasa pemrograman Dart dan Software Development Kit (SDK) Flutter di sebuah proyek kecil. Flutter merupakan SDK pembuatan user interface (UI) yang membuat Dart jadi dikenal untuk UI Development. Ini seperti Rails yang membuat Ruby jadi terkenal untuk web development (Ruby on Rails).

Dart programming language

Saya akan bahas sedikit mengenai sejarah bahasa Dart ini supaya jelas bahwa: bahasa ini bukan bahasa baru, dibuat perusahaan besar (Google), memiliki standard resmi (ECMA), dan sudah memiliki sejarah cukup panjang.

Sejarah Dart

Bahasa pemrograman Dart diumumkan Google sejak 2011 dan dirilis publik tahun 2013. Tadinya bahasa ini dikembangkan untuk web browser untuk menyaingi Java Script. Awalnya ada kabar bahwa Virtual Machine untuk Dart akan dimasukkan Chrome, tapi rencananya berubah: Dart ditranslasikan (transcompile) saja ke JavaScript, jadi tidak ada VM khusus Dart dalam browser.

Bahasa Dart ini sempat distandardkan dalam ECMA standard 408 tahun 2014, tapi tahun 2018 bahasanya diubah dengan rilis 2.0 sehingga tidak sepenuhnya kompatibel lagi dengan versi sebelumnya. Spesifikasi terbaru saat ini bisa dilihat di sini. JavaScript juga terus berubah, plus masih ada saingan bahasa lain yang ditranslasikan ke JavaScript (misalnya TypeScript, CoffeeScript, dsb) jadi Dart kurang menonjol.

Lanjutkan membaca Mencoba Bahasa Dart dan SDK Flutter

Assembler di browser berbasis Keystone dengan WebAssembly

Sebenarnya saat ini saya sedang sibuk dengan banyak hal, tapi karena sedang berduka, saya ingin melakukan sesuatu untuk mengalihkan pikiran. Bapak saya suka membongkar mobil untuk mengalihkan pikiran, sedangkan saya lebih suka memprogram sesuatu yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Hasilnya: hari ini saya mengkompilasi framework Keystone dengan target WebAssembly (Wasm) lalu memberi interface HTML dengan Preact (alternatif React yang ukurannya jauh lebih kecil).

Assembler ini bisa diakses online di https://asm.x32.dev dan sourcenya saya berikan di https://github.com/yohanes/online-assembler . Aplikasinya bisa diakses dengan semua browser modern (Safari, Chrome, Firefix, Edge), termasuk juga mobile browser (sudah ditest di iOS 13 dan Android 10).

WebAssembly (Wasam)

Supaya tidak bingung dengan penjelasan assembler dan webassembly, akan saya jelaskan apa itu WebAssembly (biasa disingkat dengan Wasm). WebAssembly adalah format instruksi biner untuk virtual machine (bisa dibayangkan seperti bytecode Java) . Saat ini target utamanya adalah web browser (saat ini sudah disupport di Firefox, Google Chrome, Safari dan Edge). Di masa depan web assembly ini dihrapkan akan bisa dipakai juga di aplikasi desktop maupun server.

Lanjutkan membaca Assembler di browser berbasis Keystone dengan WebAssembly

Bahasa Pemrograman BASIC

Setelah membahas Forth dan juga Lua, kali ini saya akan membahas bahasa BASIC (Beginners’ All-purpose Symbolic Instruction Code). Bahasa BASIC ini merupakan bahasa yang sudah ada lama sekali (sejak 1964), tapi ada beberapa hal yang baru-baru ini terjadi yang membuat saya ingin menuliskan tentang bahasa BASIC:

Tiga hal pertama tersebut menunjukkan bahwa:

  • Minat terhadap bahasa lama (BASIC dan COBOL) ternyata masih cukup besar
  • Bahasa-bahasa lama ini masih terpakai (tapi dalam artikel ini saya hanya membahas BASIC)
Smile Basic

Setelah membaca mengenai SmileBASIC 4, saya segera membeli softwarenya dari Nintendo Shop. Harga softwarenya 25 USD (masih lebih murah dari kebanyakan game di Nintendo Shop), plus harus membeli slot upload seharga 5 USD jika kita ingin mengupload program kita ke server SmileBASIC.

Lanjutkan membaca Bahasa Pemrograman BASIC

Multithreading dan Multiprocessing di Python

Python adalah salah satu bahasa yang sangat saya sukai, tapi bukan berarti bahasa ini tidak memiliki kekurangan, di tulisan ini saya ingin menunjukkan kekurangan Python dalam memproses data kompleks dengan Python murni (pemrosesan tidak dilakukan di modul native). Kompleks di sini maksudnya pemrosesannya CPU bound (batasan programnya adalah kemampuan CPU, bukan memori atau I/O).

Kelebihan python jelas sangat banyak: mudah dipakai, librarynya banyak, sintaksnya bersih dan mudah dibaca. Library Python untuk berbagai hal (terutama AI) sudah sangat banyak dan banyak yang ditulis dalam native code (C/C++). Dengan library eksternal yang ditulis dalam bahasa C/C++ (kebanyakan library AI), kita tidak perlu memikirkan apapun dalam hal pemrosesan data besar dan kompleks, karena itu dilakukan di level native code.

Lanjutkan membaca Multithreading dan Multiprocessing di Python

Mengenal Bahasa Pemrograman Lua

Di kesempatan kali ini saya akan memperkenalkan bahasa Lua. Bahasa ini sebenarnya sudah ada cukup lama (sejak 1993), tapi kurang terkenal secara umum. Lua lebih sering dijadikan bahasa scripting untuk aplikasi dan sering kali nama Lua tidak disebut sama sekali. Lua artinya “Bulan” (moon) dalam bahasa portugis. Lua diciptakan oleh Roberto Ierusalimschy, Luiz Henrique de Figueiredo, dan Waldemar Celes, anggota dari Computer Graphics Technology Group (Tecgraf) di Pontifical Catholic University of Rio de Janeiro, di Brazil.

Lua bisa dipakai untuk membuat program/aplikasi seperti bahasa lain, tapi kelebihan bahasa ini  adalah dari awal dirancang untuk diembed dalam sebuah aplikasi lain (terutama dalam bahasa sejenis C). Di-embed ini artinya bisa  bisa dipakai untuk sistem plugin atau bisa dipakai untuk mengontrol bagian business/game/app logic sementara bagian yang butuh performance tinggi memakai C atau bahasa lain. Lua juga bisa jadi file konfigurasi yang sangat fleksibel.

Lanjutkan membaca Mengenal Bahasa Pemrograman Lua

Mengenal Bahasa Pemrograman Forth

Di posting ini saya ingin memperkenalkan bahasa pemrograman Forth. Bahasa Forth sudah ada selama 50 tahun dan cukup menarik walaupun saat ini sudah cukup jarang dipakai. Forth memakai notasi postfix, berbasis stack, dan merupakan contoh dari concatenative programming language.

Forth merupakan bahasa yang sangat sederhana dan dapat diimplementasikan di sistem dengan spesifikasi sangat rendah, bahkan juga di microcontroller. Biasanya Forth bisa diprogram secara interaktif (analoginya seperti berada di shell Python/Ruby), tapi bisa juga dikompilasi.

Salah satu demo Gforth di Android

Sifat interaktif Forth ini seperti berbagai bahasa tingkat tinggi. Di sisi lain Forth bisa mengakses mesin secara low level dan tidak memiliki struktur data yang rumit (misalnya hash atau list),hanya dapat mengatur blok memori secara low level (seperti C). Jadi Forth berada antara bahasa tingkat tinggi dan tingkat rendah.

Lanjutkan membaca Mengenal Bahasa Pemrograman Forth

Mendalami Bahasa C

Saya memberikan saran agar seseorang “mendalami bahasa C” jika ingin belajar reverse engineering. Ada pertanyaan menarik yang diajukan ke saya: sedalam apa belajarnya pak? apa yang harus dipelajari. Sesuai KBBI mendalami di sini berarti: meresapi; menyelami; mempelajari (menelaah, menyelidiki) dalam-dalam.

Saya tidak akan membahas dalam mengenai kenapa seseorang perlu memahami bahasa C, singkatnya: saat ini C masih dipakai di mana-mana, dan akan terus begitu untuk beberapa belas/puluh tahun mendatang. Kernel berbagai sistem operasi ditulis dalam C, berbagai library penting masih ditulis dalam C (library kompresi, enkripsi, image encoding/decoding, dsb), dan bahkan kebanyakan bahasa pemrograman lain diimplementasikan dalam C (misalnya Ruby, Python, dan PHP).

Di awal, pelajarilah dan pahamilah semua konsep dasar dalam bahasa C. Ini seharusnya tidak makan waktu lama. Bahasa C hanya punya beberapa tipe data dasar (void, char, short, int, long, float, dan double) masing-masing bisa signed atau unsigned. Kita bisa mendefinisikan sebuah konstanta dengan const. Tipe data lain adalah enum, union, dan struct (sudah pernah saya bahas di sini) semua tipe data bisa diberi nama dengan typedef.

Lanjutkan membaca Mendalami Bahasa C

Signature email jaman kuliah

Dulu waktu kuliah, saya punya signature email seperti ini:

main(i){putchar((i-1)["Xme]i_l"]+(i++))&&(8-i)&&main(i);}


Ternyata masih ada beberapa orang yang ingat, dan masih banyak yang penasaran apa artinya (cuma satu kata: Yohanes) dan  kok bisa muncul seperti itu?

Lanjutkan membaca Signature email jaman kuliah