Review Buku “Coders at Work: Reflections on the Craft of Programming”

Akhir-akhir ini saya sudah cukup jarang membaca buku programming. Saya lebih sering belajar hal baru dari tutorial dan dokumentasi di Internet. Saya lupa awalnya bagaimana, tapi saya menemukan (lagi) buku “Coders at Work: Reflections on the Craft of Programming”. Sebelumnya saya pernah menemukan versi bajakannya di internet, tapi tidak pernah saya selesaikan. Karena sekarang sudah punya Kindle, saya beli versi kindlenya, yang harganya lebih murah dari versi cetaknya.

Bukunya tidak terlalu tebal (632 halaman versi cetak), tapi karena sering terganggu, agak lama juga saya menyelesaikan buku ini.

2011-12-29-214

Membaca ebook pemrograman di kindle dengan e-ink biasanya memang kurang enak, tapi buku ini tidak berisi kode, hanya wawancara, jadi seperti buku cerita. Ada 15 orang programmer yang diwawancara (daftar programmernya bisa dilihat di situs buku ini ). Pertanyaan-pertanyaannya hampir sama untuk semua programmer, misalnya “bagaimana Anda mulai memprogram”, “bagaimana caranya Anda memulai membuat sebuah program”, “bagaimana caranya mendebug program”, dan pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Saya teringat dengan para pemula yang banyak bertanya pada saya bagaimana caranya mulai memprogram. Para pemula bisa belajar bagaimana orang-orang jagoan dalam buku ini mulai belajar memprogram. Ada yang mulai memprogram dari sejak kecil, ada yang baru mulai ketika kuliah, bahasa yang dipakai juga beragam.

Beberapa topik yang ditanyakan dan jawaban yang diberikan mungkin agak berat bagi pemula, misalnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan program verification. Pemula juga diharapkan tahu sedikit mengenai sejarah komputer dan bahasa pemrograman yang pernah ada. Misalnya ketika Knuth berbicara tentang kolom program di Fortran, Anda perlu tahu bahwa dulu fortran memakai format kolom yang rigid. Jika Anda membaca buku ini, dan ada topik yang tidak Anda mengerti, cobalah cari di Wikipedia, atau tinggalkan komentar di sini dan saya akan mencoba menjawabnya.

Saya menikmati buku ini karena bisa melihat berbagai sudut pandang para programmer hebat. Mungkin kesimpulan singkat yang bisa saya ambil adalah: ada banyak cara untuk mendekati berbagai masalah pemrograman (bagaimana merancang program, bagaimana membaca kode, bagaimana mendebug program, dsb), dan tidak ada cara yang mujarab, semua tergantung pada kemampuan dan cara berpikir masing-masing. Misalnya dalam membaca program ada yang top down, ada yang bottom up, ada yang secara acak, ada yang mendebug menggunakan debugger, menggunakan print, dan ada yang hanya dengan cara berpikir saja.

Setelah saya membaca buku ini, saran saya bagi yang baru belajar memprogram adalah: cobalah gaya Anda sendiri, sambil terus memperbaiki diri. Misalnya dalam hal mendebug program. Jika Anda mendebug program dengan cara mem-print sesuatu, dan itu berhasil, ya tidak apa-apa. Jangan minder ditertawakan jika belum bisa memakai debugger. Nikmatilah dulu bagian programmingnya. Nanti lama-lama ketika ada masalah yang tidak dapat ditemukan dengan sekedar print, coba belajar menggunakan debugger dengan baik. Yang penting adalah jangan kehilangan semangat programing, karena hal-hal di luar programming itu sendiri, misalnya merasa “Wah sebelum meneruskan program ini saya perlu belajar dulu version control, lalu unit testing, dsb”

Saya sendiri merasa lebih “rileks” setelah membaca buku ini, karena ternyata hal-hal yang saya lakukan yang kadang saya anggap bodoh (misalnya mendebug dengan printf) juga dilakukan oleh para programmer hebat di buku tersebut. Contoh lainnya: saya sempat tertarik pada Test Driven Development (TDD), tapi merasa tidak pernah punya waktu dan ketekunan untuk menulis semua test. Ternyata setelah saya renungkan, itu bukan style saya, dan tanpa mengikuti itupun saya bisa membuat program yang baik. Bahkan beberapa programmer di buku tersebut sangat menentang metode TDD.

Secara umum buku ini sangat bagus. Para pemula bisa menikmati dengan membaca beberapa pertanyaan awal kepada tiap orang (misalnya baca bagaimana tiap orang memulai programming), dan nanti ketika pemahamannya sudah meningkat, bisa membaca pertanyaan berikutnya. Bahkan para programmer veteran bisa menikmati buku ini, mungkin penuh nostalgia, merenungkan bagaimana dulu Anda belajar programming, sampai titik sekarang ini.

3 thoughts on “Review Buku “Coders at Work: Reflections on the Craft of Programming””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *